Sebagaimana yang telah diketahui, Irritable bowel syndrome atau IBS terjadi pada 6 dari 10 orang di Amerika. Di Indonesia sendiri IBS bukan merupakan diagnosis yang umum digunakan padahal mungkin banyak dari kita yang pernah mengalaminya dan tanpa tahu penyebabnya. Gejala IBS yaitu, perut kram, perut terasa kembung, perut terasa penuh, diare atau susah buang air besar .
Penanganan IBS selama ini di Indonesia hanya sebatas mengatasi rasa sakit tanpa tahu penyebab utamanya. Untuk menyembuhkan IBS, anda perlu mencaritahu lebih dahulu penyebab mengapa pencernaan anda bermasalah. Banyak penyebab IBS namun dari penelitan ada dua penyebab penting dari IBS yaitu alergi atau sensitive terhadap makanan dan ketidakseimbangan ekosistem di pencernaan. Ada beberapa penyebab lainnya seperti kekurangan enzyme pencernaan, terdapat parasit dalam pencernaan, kekurangan zinc atau magnesium dan keracunan (tinggi) logam berat dalam tubuh. Dari berbagai macam penyebab ini itulah mengapa kita perlu mencaritahu lebih dahulu penyebab dalam diri kita (masing-masing tiap individu dapat berbeda penyebabnya). Penanganan IBS nya pun akan berbeda tiap individu, tergantung dari penyebab IBSnya.
Karena berbagai macam penyebab IBS ini, maka dibutuhkan pemeriksaan dan penulurusan riwayat kesehatan lebih lanjut dengan dokter kedokteran fungsional untuk memastikan penyebab dasar IBS. Namun pada dasarnya terdapat beberapa langkah sederhana dengan makanan atau tanpa obat untuk mencegah terjadinya IBS dan menciptakan system pencernaan yang sehat
1. Konsumsi makanan yang tinggi protein. Untuk mencegah peningkatan tajam dari gula darah (saat gula darah meningkat tajam, gula akan menjadi makanan bagi bakteri jahat) saat setelah makan, masukan makanan dengan protein tinggi di setiap menu. Contohnya dengan mengkonsumsi makananyang mengandung protein hewani seperti ikan, ayam, turkey, daging domba dan protein nabati seperti kacang, tofu dan rumput laut.
2. Konsumsi makanan dengan serat tinggi, seperti gandum, kacang-kacangan, sayur, biji-bijian dan buah-buahan yang mengandung tinggi serat.
3. Konsumsi lemak baik. Tingkatkan konsumsi omega 3 dengan mengkonsumsi makanan seperti sarden, salmon, ikan herring, flaxseed dan rumpu laut. Hindari konsumsi makanan yang dibuat dengan menggunakan margarine atau minyak yang telah diproses.
4. Makan sedikitnya 8-10 buah atau sayuran setiap hari
5. Hindari makanan Junk Food termasuk soda dan minuman kemasan. Gula cair yang terdapat dalam minuman kemasan pemberi kontribusi terbesar untuk penyakit diabetes, penyakit jantung dan obesitas
6. Menangani IBS berarti tidak hanyai membuang semua yang buruk namun juga menggantinya dengan yang baik. Untuk memperbaiki saluran pencernaan seperti, vitamin A, zinc, omega 3 (fish oil) dan glutamine.
7. Kurangi stress. Mengurangi stress bisa dengan meditasi, yoga dan yang lainnya.
8. Tidur yang cukup.
9. Olahraga secara rutin. Bisa dengan jalan kaki selama 30 menit atau mencoba high intensity interval training (HIIT)
10. Tanam bakteri baik di pencernaaan dengan menggunakan probiotik. Setidaknya konsumsi probiotik dua kali sehari selama 1 hingga 2 bulan atau dengan rajin mengkonsumsi makanan fermentasi seperti yogurt dan kimchi.
Untuk penggunaan suplemen tambahan, konsultasikan dengan dokter kedokteran fungsional terlebih dahulu.

Caring and Balancing your health
Dr. Angga Arinda Hartaaji

 

Add Your Comment