Functional medicine atau yang dalam bahasa Indonesia berarti kedokteran fungsional merupakan suatu pendekatan kedokteran yang menitikberatkan mencari penyebab atau akar masalah dari suatu penyakit dengan melihat secara keseluruhan yang terjadi dalam tubuh manusia (system integrasi). Dengan kata lain kedokteran fungsional merubah pengobatan konvensional (yang hanya mengobati setelah timbulnya penyakit) dengan pendekatan tubuh pasien sebagai sumber utamanya. Seorang dokter kedokteran fungsional akan bekerja sama dengan pasien dimulai dari mendengarkan seluruh riwayat kesehatan pasien, melihat pasien secara luas baik dari genetik, lingkungan dan kebiasaan hidup yang dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang pasien atau yang dapat menyebabkan penyakit kronis. Itulah mengapa kedokteran fungsional disebut-sebut sebagai perubahan pendekatan kesehatan di abad ke 21 ini. Kedokteran fungsional digambarkan seperti pohon, kami para dokter kedokteran fungsional melihat tubuh manusia secara keseluruhan bukan hanya melihat dari timbulnya gejala penyakit tapi melihat juga dari penyebab (akar) dari peradangan yang terjadi di dalam tubuh seperti menanyakan makanan yang dikonsumsi, minuman yang dikonsumsi, infeksi di pencernaan, udara yang dihirup, pencemaran yang terdapat di lingkungan, amalgam pada gigi dan sebagainya. Selain mendengarkan riwayat kesehatan pasien, kami juga akan melakukan pemeriksaan dengan kedokteran fungsioan tes laboratorium untuk mencari berbagai macam penyebabnya seperti alergi makanan, infeksi di pencernaan, ketidakseimbangan hormone, pencemaran lingkungan, penanda genetic, leaky gut dan lain-lain.

Kenapa kedokteran fungsional berbeda?
• Kedokteran fungsional mencari penyebab, pencegahan dan pengobatan untuk penyakit kronis. Hal yang paling mendasar dalam pendekatan kedokteran fungsional adalah:
1. Patient center care. Fokus kedokteran fungsional melakukan pendekatan dengan pasien sebagai utamanya, bukan hanya melihat adanya suatu gejala penyakit. Dengan mendengarkan riwayat kesehatan pasien, seorang dokter kedokteran fungsional dapat membawa pasien melihat bagaimana proses timbulnya gejala penyakit dari tubuh pasien. Dengan demikian pengobatannya pun bersifat individual.
2. Integrative science basedhealthcare approach. Seorang dokter kedokteran fungsional akan melihat secara detail hubungan yang kompleks antara riwayat kesehatan pasien, fisiologi, psikologis dan gaya hidup yang bisa menimbulkan suatu penyakit. Setiap pasien dianggap memiliki kekhas-an genetik, yang akan bersama-sama dengan factor internal (pikiran, tubuh dan jiwa) dan factor eksternal (lingkungan fisik dan social)yang akan memperngaruhi semua fungsi tubuh.
3. Integrating best medical practice. Kedokteran fungsional berhubungan dengan penanganan medis tradisional barat atau biasa disebut alternative menciptakan pencegahan penyakit dengan nutrisi, diet dan olahraga, serta menggunakan tes laboratorium terkini dan tes penunjang lainnya dan memberikan tambahan nutrisi, diet, program detoks dan pengendalian stress.

Add Your Comment