Blog

Functional Medicine/ Kedokteran fungsional

Functional medicine atau yang dalam bahasa Indonesia berarti kedokteran fungsional merupakan suatu pendekatan kedokteran yang menitikberatkan mencari penyebab atau akar masalah dari suatu penyakit dengan melihat secara keseluruhan yang terjadi dalam tubuh manusia (system integrasi). Dengan kata lain kedokteran fungsional merubah pengobatan konvensional (yang hanya mengobati setelah timbulnya penyakit) dengan pendekatan tubuh pasien sebagai sumber utamanya. Seorang dokter kedokteran fungsional…

Read more

IBS, salah satu permasalahan pencernaan yang dirasakan 1 dari 6 orang

Di dalam kedokteran fungsional pencernaan merupakan otak kedua dalam tubuh kita, banyak penyakit yang disebabkan karena pencernaan salah satunya Irritable bowel syndrome. Di Amerika lebih dari 50 juta orang atau satu dari enam orang pernah mengalami IBS. Di Indonesia sendiri Irritable Bowel Sydrome bukan salah satu diagnosa yang sering kita dengar, padahal mungkin kita pernah mengalaminya dan mungkin dari gejalanya…

Read more

10 Cara penanganan IBS tanpa obat

Sebagaimana yang telah diketahui, Irritable bowel syndrome atau IBS terjadi pada 6 dari 10 orang di Amerika. Di Indonesia sendiri IBS bukan merupakan diagnosis yang umum digunakan padahal mungkin banyak dari kita yang pernah mengalaminya dan tanpa tahu penyebabnya. Gejala IBS yaitu, perut kram, perut terasa kembung, perut terasa penuh, diare atau susah buang air besar . Penanganan IBS selama…

Read more

Pendekatan Autism Spectrum Disorder (ASD) dalam kedokteran fungsional.

Pada Maret 2016, CDC (American Psychiatric Association) memperkirakan 1 dari 68 anak terdiagnosis dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Kriteria yang termasuk dalam ASD yaitu berulang-ulang melakukan kegiatan atau ketertarikan yang sama namun kurang fokus dalam kegiatan, kurang suka berinteraksi sosial dan kurang dalam berkomunikasi. Ada berbagai tingkatan dalam Austism spectrum dan berbagai penyebab autism seperti genetik, lingkungan, intolerasi terhadap makanan…

Read more